do You know?

Lately i’ve been thinking.. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak berjalan sesuai rencana. Saat baru menikah rencana punya anak eh baru dikasih beberapa tahun kemudian. Leaving town ke kota ini itu dengan segudang rencana. Tapi rencana yang sudah terbayangkan akhirnya harus terhempas saat berhadapan dengan kenyataan.

Sempat aku melayangkan protesku padaNya. Selama ini aku percaya Dia sedang menyiapkan jalan terbaik bagiku. Semua akan indah pada waktuNya. Tapi apa yang aku hadapi saat ini bertolak belakang dengan keindahan yang kuimpikan akan kuterima dariNya. 
Aku bertanya padaNya..apakah Engkau yang disana pernah mengalami apa yang kualami? Do You know what is like to be failed? To be unanswered? Being alone, super tired and every doors seem closed to You? 

Aku, yang rencanaku dan rencanaNya sejauh langit dari bumi berani mempertanyakan kenapa rencanaku tidak berjalan seperti yang aku mau. Aku maunya seperti gini gini lo Tuhan. Tolong wujudkan ya pake kantong ajaib. Begitu pikirku. Aku mau yang serba instan. Right here right now.

But today He answered. He knows. He knows what is like to be left alone. Super tired but no one seems to care. Even His own diciples. He knows at the cross. Aku marah karena ketidaknyamanan kecil yang aku alami. Sedangkan Dia, dicambuk, diludahi, dicemooh, murid-muridNya meninggalkan Dia bahkan menyangkalNya. Dia sudah tahu itu akan terjadi.

But, after His ressurection He found them back. Ada yang kembali ke pekerjaannya yang lama, nelayan. Ada yang tidak percaya berita kebangkitanNya sebelum melihat sendiri bekas lukaNya. Tapi semua muridNya dikumpulkanNya kembali dan diutus untuk menyebarkan berita keselamatan, kabar baik ke seluruh penjuru bumi.

Disinilah aku sekarang. Menghilang dariNya, protes karena ketidak percayaanku padaNya karena pada kenyataannya mengikut Tuhan tidak seindah berjalan di taman firdaus. 
Dulu semua indah. Saat aku baru mengenal Dia. Semua indah. Semua mudah. Tanya apa aja selalu ada jawaban. Jawabannya ada di buku. Persis anak SD. Mau pelayanan semangat dan selalu ada jalan yang mudah. Sekarang di saat persoalan bertambah rumit jawabannya sudah tidak ada lagi di buku. Buku hanya meninggalkan “cara” mengerjakannya yang semakin lama semakin tidak aku pahami. Tapi praise Him, tidak pernah sekalipun Ia meninggalkan dan menyerah padaku. He found me back. Lewat lagu. Sebuah lagu dengan lirik yang menunjukkan padaku masih ada harapan untuk mereka yang tersesat. 

Kemudian aku tersadar. Thats why Dia mengutus murid-muridNya untuk memberitakan Kabar Baik. Bukankah itu Amanat Agung yang “katanya” selama ini kita pegang. Lewat murid-muridNya orang mengenal Yesus. Lewat pelayanan orang lain kita bisa percaya dan menerima Dia. Bagaimana orang bisa mengenal Yesus kalau tidak ada orang yang memberitahukan tentang Yesus pada dia?  Kita sekarang yang mengaku muridNya bukankah kita punya tugas yang sama? Kita punya tugas membawa mereka yang belum mengenal Tuhan untuk dapat mengenal Tuhan. Mirip papan penunjuk jalan itu lo. Keberadaannya penting ga penting. Buat yang sering lewat tu papan dilirik aja nggak. Tapi buat yang sedang tersesat, itu papan berguna sekali supaya orang yang tersesat itu bisa pulang. Tuhan bisa pakai apapun supaya orang bisa kenal siapa Dia. Semak duri yang terbakar, badai, laut terbelah, tapi Dia memilih kita. How amazing is that. Manusia rapuh yang punya kehendak bebas, bisa memutuskan mau ngapain aja. Esuk  dele sore tempe. Plin plan. Sekarang tergantung kita mau dipakai Tuhan untuk memberitakan Kabar Baik atau tidak. Aku mau. Kamu??

A little Voice of Love

Lama aku jadi silet reader di fb yang semakin panas dengan berita penistaan agama. Ada yang pro dan kontra dan mereka yang berdebat untuk jadi yang paling benar. Aku? Aku ga pro/kontra. Aku ga akan berdebat karena siapa to aku ini. Hanya suara kecil di tengah riuhnya teriakan orang-orang.
Buat teman-teman semua aku bisa mengerti motivasi kalian. Hukum harus ditegakkan. But, I bet you never heard this story.

Ada seorang raja menetapkan peraturan. DILARANG MENCURI. Hukumannya cambuk 100x. Keesokan harinya didapati ternyata anaknya telah mencuri sepotong roti. Apakah hukum harus tetap ditegakkan? Tentu saja. Apakah sang raja akan membiarkan anaknya dicambuk? Orang tua mana yang tega. Tapi karena cintanya pada anaknya, sang raja sendirilah yang menggantikan anaknya menerima hukuman cambuk.
Ya, cinta dan hanya karena cinta. Seperti aku yang berdosa ini tapi karena cintaNya padaku Dia telah menggantikan aku menerima hukuman atas dosaku di kayu salib. Setelah menerima anugerah sebesar itu masihkah aku mampu berteriak pada saudaraku yang lain KAMU BERDOSA sedang aku ini adalah manusia berdosa.

Hukum akan ditegakkan itu pasti. Tapi siapa yang akan menegakkannya? Tentu yang membuat hukum itu sendiri. Siapakah yang membuat hukum? Manusiakah? Nabikah? Tidak satupun selain Tuhan. 
Last story, ada seorang perempuan kedapatan berzinah. Hukumannya rajam sampai mati. Tapi Yesus berkata “Barangsiapa yang paling sedikit dosanya boleh melempar lebih dulu”. Tahukah kamu apa yang terjadi selanjutnya. Everybody leave. 

Apa Yesus mengijinkan perzinahan? Tidak. Tapi Dia sangat mengasihi para pendosa seperti aku sampai IA harus mengorbankan nyawaNya untuk menebus dosaku. Kita bukan wakil Allah untuk menghakimi sesama manusia, tapi kita rekan sekerja Allah untuk mendemonstrasikan kasihNya kepada sesama. Kita mengasihi karena kita telah menerina kasih. Kita mengampuni karena kita juga sudah diampuni. 
1 Korintus 13:4-7 (TB) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Just the Way You Are

Having more than one child makes you see the differences between them. I have two children. My daughter named Catherine and my son Jonathan. Umur mereka hanya terpaut ga sampe 2 tahun. Walaupun lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang sama, kepribadian mereka yang berbeda sangat terlihat. Catherine sensitif sedangkan Jonathan lebih cuek. Bisa jadi karena pengaruh gender juga. Catherine lebih pendiam di depan orang asing sedangkan Jonathan bisa langsung “ngajak ngobrol” walaupun yang keluar dari mulutnya baru sekedar bubbling. Catherine hampir selalu pengen ikut kemana saja aku pergi even ke bathroom sekalipun. Sedangkan Jonathan ga terlalu ngurusin aku mau kemana. Hanya saja kalo dia uda ngantuk ato lapar dan mamanya ga datang juga buat memenuhi kebutuhannya baru dia nyariin sambil ngomel-ngomel. Catherine kalau ada yang ga sreg di hatinya diungkapin lewat tangisan tapi kalo Jonathan lebih banyak ngomel dan gestur tubuhnya memperlihatkan itu dengan jelas.

Ah, mereka memang berbeda… Gak hanya secara kepribadian mereka. Sejak di dalam kandungan juga beda banget. Catherine lebih anteng. Pas Jonathan aku kena flu berat berbulan-bulan. Kelahiran mereka pun sangat berbeda. Kelahiran Catherine penuh drama dan air mata. Hampir terlambat disesar membuat dia harus menjalani sembilan hari dirawat dengan tubuh penuh selang infus dan oksigen karena proses lahirnya traumatis. Tubuh biru hampir ga bisa bernafas. Awal masuk RS pun dokter gak bisa memastikan anak ini akan dirawat berapa lama karena last case yang mereka tangani yang mirip dengan keadaan Catherine harus dirawat selama 30hari. Bener-bener tergantung kekuatan anaknya sendiri dan tentu saja kuasa Tuhan. Jadi kalau Catherine “hanya” butuh waktu 9hari buat kami adalah mujizat Tuhan. Banyak doa dicurahkan dari keluarga kami untuk Catherine. Bayi-bayi yang baru lahir biasanya langsung disusui ibunya. Sedangkan anakku dirujuk ke RS lain yang punya fasilitas NICU. Seharusnya aku survey fasilitas ini sebelum memutuskan RS tempat aku akan lahiran bukan cuma kamar rawat inapnya saja yang notabene hanya untuk aku padahal justru fasilitas untuk bayiku yang lebih penting. Jadi Catherine pun tidak mendapat colostrum yang seharusnya sangat dia butuhkan mengingat kondisinya yang lemah. Sangat kontras dengan Jonathan. Yang memang kelahirannya merupakan sesar yang direncanakan. Secara fisik dan mental aku sudah lebih siap. Hari lahirnya pun sangat normal. Tidak ada kejadian yang tidak direncanakan. Setelah pulih dari bius juga bisa langsung nyusuin. Lahir dengan tenang. Walaupun posisinya agak miring dengan satu lilitan plasenta di lehernya bukan masalah besar buat dokter kami yang kedua ini. Hanya 3hari aku sudah boleh pulang dengan Jonathan dalam dekapan.

Aku tidak berniat membanding-bandingkan mana yang lebih baik. Mereka berdua anak kesayanganku dan tidak ada yang lebih baik. Mereka hanya berbeda, itu saja. Dengan  menyadari ini mungkin aku juga harusnya menyadari bahwa kebutuhan mereka pun berbeda. Menjadi seorang ibu yang adil bukan berarti memperlakukan mereka sama, tapi sesuai dengan kebutuhan mereka secara pribadi. Kalau sama Catherine pendekatannya mungkin lebih slow. Kalo sama Jonathan mungkin bisa dikerasin dikit. Kalau Catherine bisa dibujuk dengan dikasi pelukan. Beda sama Jonathan. Bisanya dibujuk pakai makanan, pantesan tambah ndut. La masa jarak umur hampir 2th tapi selisih timbangan cuma 1kg. Catherine kurus banget kayak papanya. Kalo Jonathan ndut kayak mama. Jadi untuk Catherine aku perhatiin banget konsumsi susu UHTnya. Kalo Jonathan mah apa-apa udah dilahap. Susu mama masih cukup koq. Biar gak boros *aslinya pelit sih..*

Aku hanya berharap saat mereka sekolah-pun demikian. Tidak semuanya dipukul rata harus “seragam”. Baju harus seragam, mata pelajaran harus seragam, buku harus seragam, bahkan kaos kaki-pun harus seragam. Eeeiiiyyyyuuhhh…. Aku pengen mereka bertumbuh tanpa beban harus menjadi seperti yang dituntut orang lain. Apalagi tuntutan dunia pendidikan saat ini semakin menekan. Harus lulus UN dengan nilai bagus supaya pamor sekolah tetap bagus. Buat aku yang paling penting mereka mengenal Kebenaran. Kadang melakukan hal yang benar bukanlah mainstream di jaman ini. Wes gak populer. Melakukan hal yang benar justru dicemooh karena hanya milik kaum minoritas. Kata orang jaman ini jaman edan. Berarti orang yang masih waras memang semakin langka.

Akhir-akhir ini banyak isu bullying, pelecehan seksual, narkoba, penculikan, kekerasan. Semua itu didapat dari mana? Ya dari pergaulan di sekolah. Gak semuanya kayak gitu, memang, tapi itu semua bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Aku pengen anakku homeschooling aja biar aman. Tapi menurut drex itu malah melemahkan anak karena dia gak pernah belajar untuk survive. Gak pernah belajar untuk fight *bukan berantem ya* jadi seperti menghilangkan kesusahan yang seharusnya dia alami untuk menjadikannya kuat. Well aku sedang mencari sanggahan untuk ini. Apa iya untuk jadi kuat harus di-bully dulu?? Ini masih jadi perdebatan untuk homeschooling selain legalitasnya. Kalo soal legalitas aku sudah punya jawabannya. Tapi itu pun masih jadi perdebatan kami.

Wah bahasannya koq ngalor ngidul gini. Ya sudahlah. Namanya juga curhatan si otak kanan. Ngelanturnya kemana-mana jadi #gagalfokus. Yang pasti dalam melihat perbedaan mereka aku jadi melihat betapa luar biasanya Tuhan. Gak ada manusia yang persis sama walaupun kita berusaha mengelompokkannya menjadi sanguin, melankolis, koleris atau plegmatis sekalipun atau metode-metode lain untuk melihat karakter seseorang. Ga ada satu orang pun yang sama persis.  Semua dijadikan Tuhan begitu indah dengan keunikannya masing-masing dan perannya masing-masing di dunia ini. Jadi kalau sekarang aku belom kerja-kerja lagi… itu berarti Tuhan masih pengen aku belajar di rumah. Belajar dengan anak-anakku sebagai gurunya. Belum diijinin keluar rumah karena nilai rapornya masih merah. Belom lulus UN-nya Tuhan. Besok dicoba lagi ya. Good luck!! *ngeles mulu’* *kebanyakan ngelantur*

Bosan

“Bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat”

Karena lagi demam AADC2 aku jadi inget lagu ini. Sebaris sountrack AADC yang terlintas menginspirasi aku untuk menulis blog lagi setelah 3 bulan blog ini aku anggurin begitu saja. Aku sedang bosan.

Aku pikir ini hanya jet lag karena aku baru resign. Masih menyesuaian dengan ritme seorang ibu rumah tangga. But please…its been 8 month and i still feel the same way. Mungkin aku jenuh. I have two babies in two years. Being at home with two demanding babies can be exhausting. Kerjaan di rumah juga seperti air mengalir yang ga ada habisnya. It drains me phisically, mentally and emotionally.

Sometimes i feel guilty to feel this way. Dalam bayangan idealku seorang ibu selalu kuat, ga boleh capek apalagi sakit. Always ready to serve ga peduli secapek apapun ga akan mengeluh. In my opinion, being a stay at home mom is a happily ever after life. Its every woman could ever ask for. Being as close as you can with your family. Serve them everyday. Cook meal they loves. What a beautifull life. 

But, i will tell you the truth. Sometime life doesn’t always as beautifull as you imagine. The truth is i don’t smile to them everytime. Sometime i yell. Sometime i spank them. Sometime i get mad. My children don’t being nice everytime. Sometime they pushed my limit. Sometime they get stubborn. Sometimes they can be hard to controlled. Where is the life i ever dreamt of? Oh God i’m so tired. I can’t even go to the bathroom alone!!

Bagiku ini bukan hanya sekedar jenuh. Jenuh atau bosan bisa hilang dengan jalan-jalan, ketemu orang lain, curhat, belanja atau melakukan hal yang disukai seperti membaca atau mendengarkan musik. Tapi buat aku semua itu hanya penghilang sesaat. Just like a pill. Begitu efeknya berakhir rasa bosan itu kembali datang lagi.

Aku coba untuk merenungkan apa sih sebenarnya yang membuat aku benar-benar jenuh. Apa karena dulu aku aktif bekerja dan sekarang merasa kurang produktif karena ga menghasilkan apa-apa. I’ve done all things from dusk till dawn until i can’t feel my leg but still feel don’t accomplish anything. Useless. Aku merasa seperti ditarik ke semua arah. Anak-anakku menginginkan aku harus selalu ada dalam jarak pandang mereka. Pun drex juga merasa waktuku tersita hanya untuk anak-anak. Harapanku agar punya waktu untuk diri sendiri merupakan suatu kemewahan bagiku. Aku sering tidur larut malam karena hanya saat anak-anakku sudah tidur aku bisa punya waktu untuk sekedar browsing atau buka fb tanpa interupsi. Tapi setelah browsing sana sini tetap saja merasa ada yang kurang. Lalu sampai kapan aku jenuh seperti ini. Perasaan  ini bikin gak nyaman. Hasilnya malah anak-anak yang kena marah karena kegagalanku mengendalikan rasa jenuh yang sudah sampai di titik kultimasi. Atau mungkin aku kurang bersyukur. I’ve been blessed by a wonderfull family, two healty and wonderfull children. Why i still complaining? But, is it wrong to feel tired? I need some rest, alone..can i?

I really need this. First, l need enough sleep. I like to sleep late at night because it just the time i really can enjoy my self. My 1 year old boy is still breastfeed at night too. But, in the morning i have to wake up early to prepare everything. It makes me very tired, over sensitive, and can’t control my emotion.  I have to start sleep sooner and have to start weaning my boy. Oh, where do i start? Second, i need to set up my me time regulary. Could be once a day or once a week. A regular worker get a dayoff on Sunday or Saturday or both. Why a mom couldn’t? They’ve worked 24/7. Even a babysitter should be given a dayoff twice a month or you have to pay her more as a subtitute and its also depends on her willingness to do so. And she’s just babysits don’t do the dishes nor laundry or cook daily meal. My me time i wish for, is quite simple. It could be go out somewhere alone, reading, or just take a nap. Easy to say. But like i said before. After all the effect has gone, the next day i still feel the same way. Thats why i need my quite time with Him. What i really need is Jesus. I need the real strength from Him. I admit that i rarely set a quiet time with Him. No wonder i feel completely lost. I forgot that He already says “Come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest.”   I need Him to restore me. He’s my only hope after all other things have failed.

I’ve been writing for 3 hour more or less. I feel sleepy since its a 1am now. Hoaaammm…i really need to stop writing and go to sleep RIGHT NOW… See you in the morning. It all will be just fine… Jesus promised.

Mengandalkan Tuhan

Easy to say… I believe what already happened its on His plan. But  in the process i’ve learned to count on Him not other people or even on yourself. I have worked in my latest company for around 3 years before I got a recomendation to be promoted to the higher level. I’ve been thinking to resign at that time. But to be promoted its a big opportunity to me. And my spv supported me also. So, with confidence i took the test. But the result is I didn’t make it. Sad? Absolutely.. but I believe that is happened for a reason. A couple of months later I bring my resignation letter to them and leaving the job I loves. Not because I failed the test but my husband ask me to moved to Lawang with him. I’m not regretting that I failed but because I know that I can do it better. That I didn’t gave a 100% into it. Now, I think to back to work again. And I’ve reminded of this. That day actually I take the test for granted. I don’t well prepared for the upcoming test because I tought I already have support and i’m overconfident that I can pass the test easily because I’ve ever worked on the same test before. That’s why I bring all my children to go with me to Jogja where the test took place, without overthinking that it will make me so tired. We take a car so it takes much longer than a train which is more recomended by my spv. By train, I will need just three and half hour to get to jogja but we need almost 6 hour just to get in the border of Jogja. Not only because of the traffic but it’s also a rainy day along the ride. And after we reached Jogja we tried to find the location where the test will be held. That took more than an hour to find my destination. After that we must drove to my aunt’s house which is about one hour from the location. Finally we arrived at my aunt’s house around 1 am. Sleepy and tired. Have a trip with children is very very exhausting. And getting worse when its time to go to bed because her house is near train track. So every time a train passed I must hear a very loud voice. I can’t sleep until 3 am when I supposed to wake up at 6 am. I woke up at 6am with just 60% of energy left. And now I am just thinking..will it all going differently if I am giving my best? If I don’t take it for granted, learn more and don’t make my self too tired. My test result was bad. I don’t blame anyone but me. I just wish I’ve done it better. If- just if- I take the train, leaving my children for a day don’t make me a bad mother tough, and I could get some rest, will it all be different? Well, I’ll never know now. That’s the big chance I’ve ever waste. Regrets? Absolutely. But whatever happened, I believe He has a plan for me. The good one. Not mine just His. But, it tought me to not too overconfident. If I think I can, I will remember who gave me the strenght.. who gave me the opportunity.. Who gave me the chance.. He who hold all the power, can open and shut the opportunity He gave in a blink of an eye. So now, if I begin to think that I can do it all by myself, I will remember this..
Philippians 2:13 (NKJV)  for it is God who works in you both to will and to do for His good pleasure.
All the glory just for Jesus…

(Pengen) Ke Luar Negeri

Siapa sih yang nggak pengen ke luar negeri? Menanggapi banyaknya promo berhadiah jalan-jalan ke luar negeri saya jadi berpikir “di mana”? Kenapa seseorang punya keinginan untuk ke luar negeri?

Dalam bahasa inggris luar negeri kan disebut foreign country. Foreign means asing. Jadi yang aku pahami dari kata asing ini adalah tempat yang belum pernah kita datangi. Jadi bagi saya, foreign country itu tempat yang belum pernah saya datangi which means banyak banget. Di Indonesia aja kalau lihat program My Trip My Adventure tiap Sabtu Minggu rasanya “foreign country” untuk saya bisa puluhan bahkan ratusan tempat.

Saya jadi menelisik ke dalam diri kenapa sih saya mau ke luar negeri? Karena salah satu impian terbesar saya adalah ingin pergi ke Jepang. Tapi dengan kondisi sekarang agaknya impian itu sedikit terkubur. Untuk pengalaman? Apa kalau ke Sumatra atau Papua bukan sebuah pengalaman baru? Tentu iya. Refreshing ke tempat yang indah? Indonesia ga kalah indah  koq dengan luar negeri. Kebanggaan Mungkin karena mahalnya itu. Which means kamu punya uang sebanyak itu untuk “sekedar jalan-jalan”. Banyak alasan bagi seseorang untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tapi ini yang aku sadari. Luar negeri ga berbeda dengan tempat kita sekarang koq. Buat mereka yang sudah biasa tinggal di negara tertentu maka sudah jadi biasa. Seperti kalau kita lihat turis di Bali gitu. Kalau hanya karena ingin mengecap pengalaman baru atau budaya yang berbeda bisa dibayangkan Indonesia ini punya ratusan suku dan budaya yang berbeda. Mungkin yang jadi perbedaan terbesar kalau ke luar negeri adalah bahasa. Kalau di luar negeri minimal tahu bahasa inggris lah dan sedikit bahasa asli negara tsb kalau bahasa utamanya bukan bahasa inggris. Tapi kalau di Indonesia aja aku yakin dari sabang sampai merauke pasti ngerti bahasa Indonesia kan. Jadi berkurang keribetan untuk belajar bahasa asing. Rasanya kalau punya rejeki berlebih mungkin bakal ke Bali dulu aja lah. Atau ke kampung halaman di Lombok. Atau gak muluk-muluk ke Sun City madiun aja lah..Making memories ga harus jauh, ga harus mahal. Setelah masa liburan (#danduit) habis yang tersisa hanyalah kenangan yang kita lalui di sana dengan orang-orang tercinta.

Happy Weekend semua…

Ke Luar Negeri

Siapa sih yang nggak pengen ke luar negeri? Menanggapi banyaknya promo berhadiah jalan-jalan ke luar negeri saya jadi berpikir “di mana”? Kenapa seseorang punya keinginan untuk ke luar negeri?

Dalam bahasa inggris luar negeri kan disebut foreign country. Foreign means asing. Jadi yang aku pahami dari kata asing ini adalah tempat yang belum pernah kita datangi. Jadi bagi saya, foreign country itu tempat yang belum pernah saya datangi which means banyak banget. Di Indonesia aja kalau lihat program My Trip My Adventure tiap Sabtu Minggu rasanya “foreign country” untuk saya bisa puluhan bahkan ratusan tempat.

Saya jadi menelisik ke dalam diri kenapa sih saya mau ke luar negeri? Karena salah satu impian terbesar saya adalah ingin pergi ke Jepang. Tapi dengan kondisi sekarang agaknya impian itu sedikit terkubur. Untuk pengalaman? Apa kalau ke Sumatra atau Papua bukan sebuah pengalaman baru? Tentu iya. Refreshing ke tempat yang indah? Indonesia ga kalah indah  koq dengan luar negeri. Kebanggaan Mungkin karena mahalnya itu. Which means kamu punya uang sebanyak itu untuk “sekedar jalan-jalan”. Banyak alasan bagi seseorang untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tapi ini yang aku sadari. Luar negeri ga berbeda dengan tempat kita sekarang koq. Buat mereka yang sudah biasa tinggal di negara tertentu maka sudah jadi biasa. Seperti kalau kita lihat turis di Bali gitu. Kalau hanya karena ingin mengecap pengalaman baru atau budaya yang berbeda bisa dibayangkan Indonesia ini punya ratusan suku dan budaya yang berbeda. Mungkin yang jadi perbedaan terbesar kalau ke luar negeri adalah bahasa. Kalau di luar negeri minimal tahu bahasa inggris lah dan sedikit bahasa asli negara tsb kalau bahasa utamanya bukan bahasa inggris. Tapi kalau di Indonesia aja aku yakin dari sabang sampai merauke pasti ngerti bahasa Indonesia kan. Jadi berkurang keribetan untuk belajar bahasa asing. Rasanya kalau punya rejeki berlebih mungkin bakal ke Bali dulu aja lah. Atau ke kampung halaman di Lombok. Atau gak muluk-muluk ke Sun City madiun aja lah..Making memories ga harus jauh, ga harus mahal. Setelah masa liburan (#danduit) habis yang tersisa hanyalah kenangan yang kita lalui di sana dengan orang-orang tercinta.

Happy Weekend semua…

Media Sosial

Sejak aku resmi resign dari kantor lamaku 30agustus lalu dan akhirnya hengkang ke Lawang rasanya masih jetlag. Being a full time mom banyak hal yang berubah. Dulu pegang hp browsing2 paling malam hari aja sepulang kerja saat anak-anak tidur. Tapi sejak ganti profesi rasanya jenuh banget di rumah. It’s been two month now. Mungkin masih beradaptasi dengan perubahan yang drastis. Alhasil pelampiasannya ada pada media sosial. Nggak posting status, foto apalagi video. Males aja sih..nggak ada sesuatu yang “wah” untuk diposting. Walaupun hampir tiap hari ada aja kelucuan anak yang terabadikan di kamera handphone. Aku hanya takut menyebarluaskan foto-foto anak. Bukannya sok ngartis tapi banyak predator anak di luar sana yang justru melihat calon korbannya dari sosial media. Serem…
Lalu, kalau ga posting status, trus ngapain berlama-lama ngeliatin hp? Begini, cewek kalau lagi strees atau butuh mood booster biasanya kemana? Ke mall kan…belanja atau cuma window shopping aja. Berhubung di Lawang ga ada mall, adanya pasar (which is suami saya ga bisa bedain, karena di pikirannya sama aja just some stuff yang dijual disana. Bedanya satunya berAC satunya kagak pheeeewww….) akhirnya yang aku lakukan adalah melototin akun-akun online shop yang bejibun itu. Sampe kuota internet 3GB habis sebulan. Apa aja sih yang dilihat di ol shop? Ya standar cewek lah..tas, baju dan yang paling sering adalah makeup. Kalau uda buka instagram itu bisa lama banget. Sampai ada istilah instagram itu uda kaya katalog. Iya isinya gambar/foto barang jualannya orang semua. Dari 200-an IG yang aku follow, 80%nya adalah online shop. Karena aku mulai sadar nih..selain karena boros banget biaya internetnya anak-anak aku jadi saingan sama online katalog itu untuk mendapatkan perhatianku. Jenuh sama kerjaan di rumah dan sama anak-anak yang lebih banyak bikin sport jantung daripada diam. Dan seperti yang aku pernah bilang, lebih gampang kerja kantoran, bener deh…ngurus anak cuma dua biji aja bisa menguras emosi jiwa dan juga fisik. Sekarang karena nyadar aku lebih butuh istirahat daripada melototin hp yang ujung-ujungnya ga kebeli juga mending aku pake waktunya aku pakai buat isitrahat. Bukan tidur..karena tidur sepertinya hanya bisa aku lakukan saat malam hari dimana mereka sudah lelap. Ya sekedar rebahan ato ya seperti ini ngeblog buat ngeluarin uneg-uneg biar ga jadi sampah yang bakal bikin tambah cepet emosi. Dulu aku pikir tidur siang adalah barang mewah untuk working mom…ternyata untuk ibu rumah tangga tidur siang juga bukan hal yang bisa dilakukan setiap saat. Dengan menyadari kalau melototin katalog orang hanya menghabiskan waktu sia-sia akhirnya semua akun online shop aku unfollow semua. Hanya tinggal beberapa official akun dan akun ol shop yang bener-bener recommended seller aja. Jadi dari 200an lebih akun yang aku follow dulu sekarang tinggal 80an akun. Hanya berisi teman-teman, saudara, official IG produk tertentu sama beberapa public figure yang aku suka. Tapi setelah ngecek kuota koq tetep aja boros yah…??? Bingung juga.. (-_-)

Ke-PD-an

Siapa yang pernah ngerasain kePDan trus akhirnya malu sendiri?? Aku angkat tangan duluan nih.. Mau cerita dikit, kapan hari kan ada blog yang ngadain giveaway yang hadiahnya blush on inceran aku. Aku uda pede banget kalau aku yang bakal dapet secara jawabanku yang paling kreatif, aku bener-bener mikir masukan apa yang bisa aku kasih supaya blog ini jadi lebih baik. Ga ada yang jawabannya seperti jawabanku. Tapi ternyata aku ga menang. Ternyata pemenangnya diambil pake jurus cap cip cup atau mungkin someone he knows. Jadilah aku kecewa berat. Tapi ya terserah yang punya blog yah..mau dia kasih ke siapa aja hadiahnya ke orang yang sudah dia pilih, bukan hak aku untuk mempertanyakan keputusan yang dia ambil. Walaupun aku merasa ga adil banget. Kan dia uda pake my idea at least show some respect, aku ga sekedar copy paste komen orang yang sudah jadi rahasia umum. I really thinked about it. But, once again it’s not my opinion here to determine who’s right and wrong. Padahal aku uda kadung beli blush brush+kabuki brush buat jadi pairnya tu blush on. Aku bakal cerita soal brushnya next post aja. Tapi buat aku yang uda kepedean dan expected too high rasa “sakitnya tuh disini..” LOL

And then aku teringat tentang kehidupan rohaniku. Apa aku sudah menjadi orang yang over confident.. untuk orang yang merasa sudah diselamatkan “by grace” apa bukti nyata kalau ternyata aku sudah selamat? Kalau memang aku sudah selamat, apa yang sudah kukerjakan untuk keselamatan yang sudah diberikan padaku? Pertanyaan-pertanyaan ini mengusikku. Jangan-jangan selama ini aku kePDan. Takutnya saat sampai di depan Hakim Kehidupan yang sebenarnya aku tidak dikenali sebagai anakNya. Oh, percuma berargumen denganNya. Kita bisa protes, God, You’re so unfair..aku melakukan ini itu demi namaMu. Aku mengusir setan demi namaMu. Tapi ternyata jawabannya “enyahlah kamu, Aku tidak mengenal engkau” itu ga akan sekedar berarti “sakitnya tuh disini” tapi bener-bener kematian kekal yang akan kita hadapi. Dalam kasusku aku mungkin hanya kecewa berat. Next day I will already forgot it. But in eternity, ga ada yang bisa lari dari penghakimanNya. Seperti sepuluh mempelai perempuan. Mereka sama-sama menanti datangnya mempelai laki-laki. Tetapi ketika mempelai laki-laki datang dan sebagian dari mereka kehabisan minyak. Mereka ditinggal di luar. Apa persiapan kita sebagai orang percaya untuk menghadapi sang Hakim? Kalau hanya untuk bertemu presiden aja persiapan kita mungkin all out, bagaimana mungkin kita tidak mempersiapkan apa-apa untuk bertemu dengan Sang Pemilik Hidup? Have you ready?

I’m Officialy 30

First, i’d like to thank God for giving me another birth day. It means that Jesus still give me another day to live in this world. I am so thankfull for whatever He gave me years before. All the mistake i’ve done, all the choices i’ve made, all the lessons i’ve learned is what makes me who i am right now.
What is it like to be 30? Well from now if someone ask me the answer not twenty bla bla…anymore but already thirty.. oh my, i’m getting older. And what i fear the most is the wrinkle that come with the age. Haha…its thirty girls…means that all the wrinkle will become your new friend now. From a long time ago all generation has been trying to prevent this. But, its natural. You just can make it a little longer to show up but you will never make it dissapear unless you do a medical treatment. But i will take it as a sign of happines. Wrinkle usually shows around the eye and mouth especially when you laugh. So the more you happy and laugh, the more wrinkle will shown in your face. Nice isn’t?
So, last but not least Happy 30th Birthday to me..may His blessing is upon my marriage, family and kids from now and forever.. Thank you Jesus…

image

Previous Older Entries

Daisypath Anniversary tickers
Lilypie Second Birthday tickers
%d bloggers like this: